Kali Besar Kota Tua (Akhirnya) Bergaya

Setelah turut mengapresiasi perayaan Imlek 2019 di Glodok, rasanya belum cukup eksplorasi di hari itu. Malam itu aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan di Kota Tua.

Sebenarnya tujuannya spesifik, ingin melihat Kali Besar yang kabarnya sudah mulai bergaya. Sejak dibuka beserta jalur pedestriannya pada 6 Juli 2018, aku belum sempat melihatnya langsung.

Kali Besar adalah terusan yang mengalir sejajar dengan Sungai Ciliwung dan bermuara di Teluk Jakarta. Kali Besar sempat menjadi saksi kehidupan kelas atas di awal abad 18 seiring dengan pembangunan pemukiman elite di sekitarnya.

Kali Besar sempat merasakan hiruk pikuk perdagangan VOC. Kali ini dilewati perahu-perahu yang mengangkut barang perdagangan khususnya rempah-rempah ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Dimasa itu, Kali Besar sempat menjadi kawasan asri dengan banyaknya pepohonan. Tak heran, areanya menjadi favorit untuk bersantai. Seiring berkembangnya waktu, Kali Besar tampak kumuh dan kehilangan pesonanya di area yang sesungguhnya punya nuansa grande.

Untungnya Gubernur Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama, mendorong revitalisasi Kali Besar dan secara resmi dimulai tahun 2016. Sumber biaya adalah dana KLB Sampoerna Land sebesar 270 milyar. Arsitek Budi Lim yang pernah meraih penghargaan dari UNESCO ditunjuk untuk menjalankan proyek revitalisasi ini.

Hasilnya luar biasa. Malam itu aku melihat Kali Besar benar-benar mampu memancarkan pesonanya. Area pejalan kaki yang lebar serasa memberikan hak bagi masyarakat untuk menikmati kekayaan Jakarta itu dengan nyaman. Area pedestrian juga dilengkapi dengan beberapa patung yang sering jadi teman selfie warga yang datang.

Cahaya lampu memantul indah di kali yang kini tampak lebih bersih dan tak berbau. Pemandangan air di kali juga tak hampa dengan hadirnya taman apung yang sebenarnya bisa dilewati, namun saat ini aksesnya belum dibuka.

Di tepi-tepi sungai dibuat beberapa pembatas melengkung yang tak hanya menambah estetika, tapi juga berfungsi sebagai tempat duduk.

Jembatan baru yang lebar juga menjadi zona pendatang untuk bersosialisasi dan berkespresi. Suasana tampak bernyawa dengan hadirnya aktifitas-aktifitas warga ini. Makin berasa grande karena kini Kali Besar sudah matching dengan kegagahan bangunan-bangunan di sekitarnya.

Hal yang masih menjadi PR tentunya adalah kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Sayang sekali tempat yang sudah dibuat seindah dengan tujuan semulia itu dirusak oleh sampah-sampah yang berceceran dimana-mana. Yuk bareng-bareng kita jaga fasilitas umum ini demi kenyamanan dan kebanggaan kita bersama.

– 5 Februari 2019 –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s