Membumi Bareng Soto Trisakti

Selain hobi berburu sate kambing, Mbah Kakung juga seorang penggemar soto. Beliau tahu banget soto-soto yang enak di Kota Solo. So, pas mudik lebaran 2017, aku minta Mbah Kakung buat kasih rekomendasi warung soto yang legendaris dan enak.

Ternyata warung soto pertama yang direkomendasikan Mbah Kakung adalah Soto Trisaskti yang terletak di Jalan Kalilarangan No 61. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1962 dan dinamai Trisakti karena dulunya di depannya ada bioskop bernama Trisakti Theatre. Akhirnya pun kita pergi berdua untuk sarapan disana.

Letak warung soto daging sapi ini sangat strategis. yaitu berada di sebelah selatan Plaza Singosaren yang merupakan pusat hape di kota ini. Lokasinya juga berderetan dengan toko-toko oleh-oleh khas Solo yang terkenal seperti Toko Mesran.

Meskipun strategis, jalannya yang kecil menyebabkan parkir mobil cukup challenging disini terutama di saat jam-jam ramainya.

Di saat Mbah Kakung datang, sang pemilik warung langsung menyapa hangat. Menanyakan kabar dan mengucapkan selamat lebaran. Menyenangkan sekali melihatnya.

So simple, tapi aku sudah cukup lama tidak melihat hal seperti ini. Terlebih setelah aku melihat semakin banyak warung atau resto yang “terlalu otomatis” dalam menjalankan bisnisnya. Saking repotnya, beberapa diantaranya sedikit melupakan interaksi heart to heart dengan pelanggan.

Pemilik warung pun sudah hapal kalau mbah kakung porsi sotonya tidak menggunakan tauge. Rupanya dia paham betul dengan selera pelanggannya.

Selain unsur keramahan pelayanan yang membuat nyaman, ternyata rasa sotonya juga enak. Bumbu-bumbunya terasa saling mengikat satu sama lain menjadi rasa yang mantap. Rasa dan pelayanan yang membumi ini ternyata menjadi rahasia awetnya warung ini ya.

Salah satu faktor lain yang bikin seru makan disini adalah adanya beragam macam lauk dari tahu, tempe, karak, hingga berbagai macam jeroan. Kalau aku sih selalu happy kalau ada sosis basah khas Solo. Jadi sarapan soto kali ini aku pilih ditemani lauk sosis basah ini.

Kalau diperhatikan lebih lanjut, gelas yang digunakan pun unik. Gelas yang digunakan adalah gelas kecil jadul yang pakai tutup stainless. Penampakan ini sedikit membawa nuansa perjamuan di pedesaan yang sederhana dan penuh kekeluargaan.

Aku pun sangat berterima kasih kepada Mbah Kakung atas rekomendasi warung soto pertamanya ini. Sangat berkesan dan memberi semangat untuk eksplor kuliner legendaris lagi bareng beliau.

– 2 Juli 2017 –

2 thoughts on “Membumi Bareng Soto Trisakti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s