Misteri Nasi Goreng Kebon Sirih

Di awal menetap di Jakarta, makan ke Nasi Goreng Kebon Sirih rasanya sudah menjadi kewajiban. Bagaimana tidak, hampir semua ulasan tentang kuliner legendaris Jakarta membahasnya sebagai tempat makan yang wajib dicoba.

Foto maupun video warung yang dilihat dari internet juga sangat fantastik. Dalam wajan penggorengan super besar, nasi goreng kambing porsi raksasa dibuat. Sangat tidak biasa, menggoda, dan membuat penasaran.

Daya tahannya untuk tetap buka hingga saat ini dari tahun 1958 sepertinya menjadi jaminan kualitasnya. Almarhum Haji Nein, pendiri warung pertama, sukses meneruskan usahanya dari generasi ke generasi.

Rasa yang berbeda dengan nasi goreng gerobakan pada umumnya juga menjadikannya sebagai pilihan alternatif kuliner. Minyak goreng yang digunakan adalah minyak samin. Aneka rempah seperti lada, serah, kapulaga, dan kunyit menjadi paduan resep rahasianya.

Saat pertama kali datang kesana di tahun 2012, aku sangat terpukau dengan suasananya. Weekend di Nasi Goreng Kebon Sirih sangat meriah. Tak hanya memadati kursi yang disediakan di tenda, pengunjung juga menyebar duduk di trotoar hingga ada yang makan di mobilnya.

Momen wow semakin terasa saat melihat langsung proses pembuatan nasi gorengnya. Penasaran apakah bumbu benar-benar bisa merasuk sempurna kalau dimasak dalam porsi raksasa seperti itu.

Then, moment of truth untuk mencoba rasanya. Misteri pun dimulai, aku kaget dengan bumbu yang tidak merata jadi rasanya tidak merasuk sempurna ke semua bagian. Porsinya pun kecil dengan harga yang aku pikir relatif tinggi dibanding di warung nasgor kambing lainnya.

Kaget karena berasa kontras banget dengan semangat antrian pengunjung yang panjang. Tapi well, aku juga belum bisa jadi judgemental karena baru sekali coba.

Selanjutnya aku pun beberapa kali balik kesana. Kebanyakan karena mengajak teman atau saudara yang berkunjung ke Jakarta. Sungguh misterius, kadang enak banget, kadang ya lagi, nggak merata bumbunya. Jadi kayak tebak-tebakkan, “dapat oke nggak ya hari ini”. Paling nggak asyik kalau dapat bagian yang asin banget atau kebalikannya, plain banget.

Salah satu teman yang terkesan kesini adalah orang Turkmenistan. Dia suka sekali tipe nasgor ini. Acarnya juga dia suka banget. Selain itu, menurut dia, side dish emping melinjo juga menjadi keunikan nasgor ini.

Di luar masakannya, aku juga terkesan dengan pelayanannya yang cepat. Walaupun ramai, tapi pelayan tetap cekatan mencarikan tempat duduk.

Oya warung ini juga punya beberapa menu lainnya termasuk sate kambing, sop kambing, sate ayam, dan nasgor ayam.

Dengan segala ke-legend-annya dan juga segala daya tariknya, Nasi Goreng Kebon Sirih sangat berpotensi menjadi lebih baik lagi. Terutama kalau mampu menghilangkan misteri kadang enak kadang enggaknya. Semoga makin berkualitas dan konsisten untuk warung yang ternyata juga sudah memiliki banyak cabang ini.

Sebagai tambahan, adikku Tio sudah membuat video disana. Selamat menonton!

– 26 Januari 2019 –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s