Pisang Gorengnya Anak KRL Manggarai

Kala itu di Bulan Ramadhan, selepas sholat magrib dan belum ingin makan besar sebelum tarawih, rasanya pengen ngemil terlebih dahulu. Pengen nge-snack yang ringan tapi tetap cukup mengenyangkan. Yups, pisang goreng selalu jadi andalan di saat-saat seperti ini.

Langsung teringatlah aku dengan Pisang Goreng Tanduk Mpok Nur yang legendaris. Anak-Anak KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line yang sering transit di Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan pastilah sudah familiar dengan warung Mpok Nur ini.

Meskipun sangat sederhana, warung ini berada di lokasi yang strategis; pas di seberangnya pintu masuk Stasiun Manggarai, salah satu stasiun transit utama di Jabodetabek. Tak heran, pisang goreng ini sering jadi andalan para pejuang KRL yang kelaparan setelah “habis energi” di dalam kereta.

Pisang Goreng Tanduk Mpok Nur ini selalu tampak ramai. Biasanya penuh antrian, tapi rezeki anak soleh, alhamdulillah saat itu pas sepi jadi bisa cepat menikmati pisang gorengnya tanpa antri.

Pemilik warung, Bang Rahman dan istrinya Mpok Nur, ternyata sudah berjualan pisang goreng sejak tahun 2010. Awalnya pisang gorengnya dijajakan secara keliling hingga akhirnya berjualan semi permanen disini.

Gokilnya, menurut pengakuan pemiliknya, sehari mereka mampu menjual 2.000 buah pisang goreng. Dengan kuantitas sebanyak itu, mereka membutuhkan 4 karung terigu dan 60 kilogram minyak goreng perharinya. Kalau rezeki memang sudah saatnya mengalir, angka sebanyak ini menjadi masuk akal ya.

Warung ini pun hanya menggunakan pisang tanduk yang bercita rasa dasar gurih manis. Per minggunya, mereka mendatangkan 14.000 pisang dari Sukabumi Jawa Barat.

Pisang Goreng Tanduk Mpok Nur dijual dalam periode dua shift per harinya. Pertama habis waktu subuh, sekitaran pukul 5.30 sd 10 pagi. Kemudian siangnya buka lagi pukul 2 siang hingga 8 malam. Terkhusus Bulan Ramadhan, biasanya mereka buka jam 3 sore.

Salah satu keunikan pisang goreng ini adalah sizenya yang jumbo. Pisang dibiarkan utuh tanpa dipotong sama sekali. Dari segi harga, relatif cukup terjangkau yaitu 2.500 rupiah per buahnya.

– 20 Mei 2018 –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s