Blusukan Ala Kopi Giyanti

 

Setelah ketenarannya sebagai lokasi dengan deretan toko tas bekas dan barang antik, Jalan Surabaya ternyata memiliki sebuah tempat yang terkesan tersembunyi namun syarat dengan keunikan.

Awalnya aku ragu mau masuk ke dalam. Sebagai kafe di tengah kawasan elit Menteng Jakarta Pusat, Giyanti Coffee Roastery awalnya kuasumsikan sebagai just another overpriced coffee shop. Tapi, karena penasaran juga, tanpa membaca reviewnya terlebih dahulu, kucoba mulai mengeksplor ke dalam.

smartcapture

Nah, saat berada di toko barang antik dan memandang ke seberang, tak tampaklah coffee shop itu. Titik lokasi yang kudapat dari Google Map ini penuh mobil parkir dan tidak ada aksen mencolok yang menunjukkan keberadaannya. Hanya ada signboard kecil yang akhirnya membantu meyakinkanku setelah sempat aku pikir aku salah alamat.

Melewati area parkir, sudah tampaklah para remaja yang sedang asyik berselfie dan berfoto-foto di depan gedung biru tua yang tampaknya dialamikan untuk tidak diurus. Kesuraman rumah yang teduh di bawah pohon rimbun, nampaknya jadi sudut foto favorit mereka.

Nah, but then mana coffee shopnya? Karena ternyata gedung biru tua tadi bukan akses masuk, pastilah gang kecil di sisi kiri adalah pintu masuknya. Akses masuk ini jadi sensasi unik lainnya. Let’s go blusukan!Dijaga oleh Arca Gopala atau di kampung halamanku Kota Solo disebut Reco Gladak, gang kecil tersebut berasa eksotis. Terlebih ada gapura berwarna biru mencolok dengan ornamen patung ganesha pink yang tak kalah mencoloknya. Gangnya pun semakin nyeni dengan dedaunan yang merambati temboknya.Masuk ke dalam, nggak kalah surprise. Udah kayak pasar, rame banget. Kontras dengan suasana depan yang tampak sepi.Konsep penataan meja aku juga kurang paham. Seperti random dicampur aduk dan ditabrak sana sini. Tapi, that it is! Jadilah seni yang seru dengan suasana yang apa adanya.Aku juga kurang tahu apakah kebetulan saat itu pegawai tidak pakai seragam atau kesehariannya memang begitu. Jadi waktu mau pesan sambil maen tebak-tebakan. “Yang lagi jalan itu pelayan atau pembeli ya? ” Khawatir salah panggil, maen aman aja cari yang bawa daftar menu. Hehehe.Pelayan ramah-ramah dan ada satu yang riweuh karena lupa jenis kopi yang dia bawa. Nggak bikin emosi, tapi malah jadi lucu. Kayak ngobrol sama temen yang lagi khilaf.
Coffee shop yang berdiri sejak tahun 2012 ini punya sajian kopi dan snack yang beragam. Enak juga kopinya! Mereka juga meroasting aneka biji kopi dan dikemas untuk pembeli yang ingin mensajikan kopi Giyanti sendiri di rumah.Meskipun rame, Giyanti Coffee Roastery ini gak buka setiap hari dan gak sampe larut malam. Coffee shop ini tutup di hari Minggu dan Senin. Bukanya pun cuma dari jam 9:30 hingga 17:30. So pastikan datang kesana di waktu yang tepat ya.

Untuk detilnya, ada video di YouTube adikku Tio di Tiography Channel. Selamat menyaksikan


https://m.youtube.com/watch?feature=youtu.be&v=O9W6lsNtux4

Giyanti Coffee RoasteryJl. Surabaya no. 20, MentengJakarta Pusat 10310 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s